7/19/2010

Transfer Sementara EPL

Manchester City memanaskan pasar dengan pembelian tiga pemain bintang, namun secara keseluruhan bursa transfer Premier League masih lesu. Beberapa klub semisal Aston Villa, Blackburn Rovers, Blackpool, dan Stoke City bahkan belum beraktivitas sama sekali di pasar pemain.

ARSENAL

Masuk: Marouane Chamakh (Bordeaux), Laurent Koscielny (Lorient).

Keluar: Fran Merida (Atletico Madrid), Philippe Senderos (Fulham), Luke Ayling (Yeovil).

ASTON VILLA

Masuk: -

Keluar: Wilfred Bouma, Andy Marshall, dan Marlon Harewood (dilepas), Stephen O'Halloran (Coventry).

BIRMINGHAM

Masuk: Ben Foster (Manchester United), Enric Valles (NAC Breda), Nikola Zigic (Valencia).

Keluar: Artur Krysiak (Exeter), Cristian Benitez (Santos Laguna), Gary McSheffrey (Coventry), Lee Carsley, Franck Queudrue, dan Gregory Vignal (dilepas).

BLACKBURN

Masuk: -

Keluar: Steven Reid (WBA), Marcus Marshall (Rotherham), Andrew Haworth (Bury).

Rumor: Frederic Piquionne (Lyon), Guti (Real Madrid), Tuncay (Stoke), Robert Lewandowski (Lech Poznan), Jong Tae-Se (Kawasaki Frontale), David Nugent (Portsmouth).

BLACKPOOL

Masuk: -

Keluar: Al Bangura, Joe Martin, Danny Mitchley, Hameur Bouazza, dan Daniel Nardiello (dilepas), Stephen McPhee (pensiun).

BOLTON

Masuk: Martin Petrov (Manchester City), Robbie Blake (Burnley).

Keluar: Ricardo Vaz Te, Zoltan Harsanyi, Stuart McDonald, dan Chris Stokes (dilepas).

CHELSEA

Masuk: Yossi Benayoun (Liverpool), Tomas Kalas (Sigma Olomouc).

Keluar: Michael Ballack (Bayer Leverkusen), Joe Cole, dan Juliano Belletti (dilepas), Miroslav Stoch (Fenerbahce), Rhys Taylor (Crewe), Tomas Kalas (Sigma Olomouc).

EVERTON

Masuk: Jermaine Beckford (Leeds), Joao Silva (Desportivo Aves), Magaye Gueye (Strasbourg).

Keluar: John Ruddy (Norwich City).

FULHAM

Masuk: Philippe Senderos (Arsenal), Jonathan Greening (West Brom).

Keluar: Chris Smalling (Manchester United), Wayne Brown (Bristol Rovers), Erik Nevland (Viking), Andranik, Wesley Foderingham, Toni Kallio, Luca Moscatiello, King Osei-Gyan, Dan Owusu, Michael Uwezu (dilepas), Chris Buchtmann (Koeln), Elliot Omozusi (Leyton Orient), Stefan Payne (Gillingham)

LIVERPOOL

Masuk: Jonjo Shelvey (Charlton), Milan Jovanovic (Standard Liege).

Keluar: David Martin (MK Dons), Fabio Aurelio, Christopher Oldfield, Robbie Threlfall (dilepas), Yossi Benayoun (Chelsea).

MANCHESTER CITY

Masuk: Jerome Boateng (Hamburg), Yaya Toure (Barcelona), David Silva (Valencia).

Keluar: Martin Petrov (Bolton), Sylvinho, Benjani (dilepas), Paul Marshall (Walsall), Valeri Bojinov (Parma), Robert Mak (Nurnberg), David Ball (Swindon).

MANCHESTER UNITED

Masuk: Javier Hernandez (C.D. Guadalajara), Chris Smalling (Fulham).

Keluar: Ben Foster (Birmingham), Tom Heaton (Cardiff), Zoran Tosic (CSKA Moscow), Matthew James (Preston), Daniel Drinkwater (Cardiff City).

NEWCASTLE

Masuk: James Perch (Nottingham Forest).

Keluar: Fabrice Pancrate dan Nicky Butt (dilepas), Max Johnson (Inverness).

STOKE

Masuk: -

Keluar: Amdy Faye (dilepas), Nathaniel Wedderburn (Northampton), Andy Griffin (Reading), Steve Simonsen (Sheffield United), Diego Arismendi (Barnsley).

SUNDERLAND

Masuk: Cristian Riveros (Cruz Azul), Ahmed Al-Muhammadi (ENPPI), Simon Mignolet (Sint-Truidense).

Keluar: Jamie Chandler (Darlington), Roy O'Donovan (Coventry), Lorik Cana (Galatasaray), Daryl Murphy (Celtic).

TOTTENHAM

Masuk: Sandro (Internacional).

Keluar: Lee Butcher (Leyton Orient), Sam Cox (Barnet), Jimmy Walker (dilepas).

WEST BROM

Masuk: Steven Reid (Blackburn), Pablo Ibanez (Atletico Madrid), Gabriel Tamas (Auxerre).

Keluar: Robert Koren, Filipe Teixeira, dan Andwele Slory (dilepas), Joss Labadie (Tranmere), Jonathan Greening (Fulham), Luke Daniels (Bristol Rovers).

WEST HAM

Masuk: Thomas Hitzlsperger (Lazio), Frederic Piquionne (Lyon), Pablo Barrera (UNAM Pumas)

Keluar: Guillermo Franco (dilepas), Bondz N'Gala (Milwall).

WIGAN

Masuk: Mauro Boselli (Estudiantes), Antolin Alcaraz (Club Brugge).

Keluar: Tomasz Cywka (Derby), Mario Melchiot (Umm Salal).

WOLVES

Masuk: Jelle Van Damme (Anderlecht), Steven Fletcher (Burnley), Steven Mouyokolo (Hull), Stephen Hunt (Hull), Adl�ne Guedioura (Charleroi).

Keluar: Jason Shackell (Barnsley), Chris Iwelumo (Burnley), Mark Little (Peterborough), George Friend (Doncaster), Andrew Surman (Norwich), Nathaniel Mendez-Laing (Peterborough), Daniel Jones (Sheffield Wednesday).

sumber:
http://www.bolanews.com/liga/liga-in...er-League.html

3/31/2009

Ditegur KPID Sumut, "The Meutya Hafid Show" Berhenti Tayang

Ada yang lucu kurasa dalam beriat ini... Meuthya dan Usep Kurnia (KPI Sumut) adalah sama-sama mantan Metro TV...

Ditegur KPID Sumut, "The Meutya Hafid Show" Berhenti Tayang

Deli TV, Kamis minggu lalu, akhirnya tidak menayangkan The Meutya Hafid Show setelah sehari sebelumnya Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara memberi teguran kepada Deli TV. KPID Sumut menduga sudah ada blocking time yang dilakukan Meutya dalam acara itu. The Meutya Hafid Show sendiri baru satu episode yang ditayangkan pada Kamis pekan sebelumnya di pukul 17.30 hingga 18.00.
"Kami pantau Deli TV. Kamis sore (minggu lalu) sudah tidak ada lagi tayangan The Meutya Hafid Show. Kalau ada penayangan lagi, akan kami layangkan surat teguran kedua," tutur Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Sumut Usep Kurnia. Selain kepada Deli TV, surat juga dilayangkan sebagai tembusan kepada KPU Sumut, Komisi A DPRD Sumut, Gubernur Sumut, Panwaslu, dan Polda Sumut.
Seperti diketahui, dalam edisi pertama Kamis lalu, Meutya Hafid mewawancarai Turunan Gulo, anggota KPU Sumut terkait politik uang. Koordinator Bidang Pengawasan KPID Sumut Ahmad Hambali Hutasuhut dalam siaran pers KPID yang diterima Kompas, Rabu, mengatakan, tayangan ini jelas melanggar karena menggunakan sosok Meutya Hafid, mantan presenter sebuah televisi swasta, yang statusnya saat ini sebagai caleg salah satu parpol.
Ketua KPID Abdul Harris Nasution menyatakan, tayangan itu diduga melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, Pasal 46 Ayat 10, yang menyatakan bahwa waktu siaran lembaga penyiaran dilarang dibeli siapa pun untuk kepentingan apa pun, kecuali siaran iklan. Hukuman atas pelanggaran itu adalah denda paling banyak Rp 200 juta untuk radio dan Rp 2 miliar untuk televisi. Demikian juga berdasarkan UU No 10/2008 tentang Pemilu, Pasal 91 dan 94, dijelaskan bahwa media massa elektronik dilarang melakukan blocking time.
Acara juga diduga melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS). Dalam P3 dan SPS Pasal 60 ayat 5 ditegaskan, peserta Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah dilarang membiayai atau mensponsori program yang ditayangkan lembaga penyiaran.
Kepala Biro Deli TV Chairman yang dihubungi tengah berada di Kalimantan menyatakan akan menghentikan acara itu jika dilarang KPID. Meutya sendiri saat dikonfirmasi mengaku hanya menjadi host dan diminta Deli TV. Topiknya juga bukan politik. Sampai saat ini ia juga masih membawakan acara tayang bincang tentang Bank Syariah di sebuah televisi swasta.

3/17/2009

Servis TV 250 Ribu!!!

Kemarin malam aku masih di kantor saat anak-anak nelpon... KABAR BURUK. TV di rumah tiba-tiba mati total. Si Baron pun bilang kalau dia gak bisa nonton UltramanTiga karenanya.

Alamak. Alamat tak sehat ini, pikirku waktu itu.

Soalnya tahun lalu, TV merk CHANGHONG kami itu pernah ngulah, warnanya jadi HITAM PUTIH. Pas diperbaiki, biayanya Rp 80 ribu...

Malamnya, pas sampai di rumah, istri masih pengen kali nengok sinetron Cinta Fitri. Terpaksalah aku bongkar-bongkar lemari, mencari TV hitam putih 6 inci yang pernah aku beli waktu kos dulu... akhirnya dengan melototkan mata ke layar yang kecil itu, terpuaskan juga lah keiniginan nonton kami malam itu...

Tadi pagi, habis ngantar Queena sekolah, aku keliling nyari alat servis TV yang dulu...

Akhirnya mereka datang, ada sekitar 1 jam mengutak atik TV ku.. pas selesai, Eh, TV nya masih padam.. terpaksalah mereka bongkar lagi sampai selesai...

Pas mau pergi, ia bilang sesuatu... "MAS, BIAYANYA 250 RIBU!"

ALAMAK! pikirku bagai termakan salak mentah...

Mau tak mau, sisa uang belanja bulanan pun berpindah tangan...

Aku dan bini cuman bisa komentar, "Enak kali lah orang itu, bagus kali rezekinya pagi ini...."

Sebenarnya kemaren aku udah usul agar si Changhong ini disekolahkan saja. Di Carrefour kalau gak salah sedang ada tukar tambah. Dia bisa dihargai 200 ribu, tinnggal nambah sejuta, udah dapat yang 21 inci, yang pasti bkn merk Changhong lagi. Tapi biniku bersikeras menolak. "Itu bisa membuat krisis global," katanya.

Tapi tadi pagi, setelah uang 250 ribu itu berpindah tangan, ia meralat ucapannya menjadi: "KALAU RUSAK LAGI, KILO KAN AJA LAH TV INI!"

3/06/2009

Pilih Headline News di PANASONIC AWARS

Kawan2. Tolonmg isi angket Panasonic Awards ini ya..

Tapi ingat, harus contreng alias pilih program HEADLINE NEWS di kategori News ya..

Klik aja disini

atau langsung ke panasonicawards.webpacific.com

2/21/2009

Salah Persepsi, jadilah Berita Bohong

Ada berita di media yang menarik perhatian saya beberapa hari lalu. Di kompas pun ditulis hari ini (Sabtu). Isinya soal seorang anak di india yang dinikahkan dengan anjing. Sebagai tradisi agar si anak dijauhi binatang buas....

Yang menjadi perhatian saya adalah berita yang sama di Antara Online, disana berita yang sama justru ditulis pernikahan antara anak dengan PELACUR!
Setelah saya telusuri, kemungkinan kesalahan ada pada saat penterjemahan. Bisa saja terjemahan dari "ANJING BETINA" dalam bahasa Inggris kemudian ditafsirkan sebagai PELACUR. Namun bagaimana pun, menurut saya ini kesalahan fatal dan menyesatkan.

Kalau tak percaya, coba bandingkan tulisan di ANTARA berikut dengan yang ada di DETIK, Inilah.com dan Kapanlagi.com berikut ini:

19/02/09 18:38

Bocah Dikawinkan dengan Pelacur Guna Hindari Kematian


Beijing (ANTARA News/Xinhuanet-OANA) - Sekelompok anggota suku di India menikahkan seorang bocah laki-laki dengan seorang pelacur di India timur, guna mencegah terwujudnya ramalan bahwa anak laki-laki itu akan menemui ajal oleh harimau, demikian laporan yang tersiar Rabu.

Upacara pernikahan di satu kuil di kabupaten Jajpur di Negara Bagian Orissa diselenggarakan dengan semua upacara tradisional, termasuk mahar buat mempelai wanita --pelacur di desa tersebut.

Ayah mempelai pria, yang baru berusia satu-setengah tahun, disarankan untuk menyelenggarakan perkawinan itu ketika mereka melihat satu gigi tumbuh dari gusi atas anak laki-laki tersebut --kejadian yang dipandang sebagai kutukan jahat.

Sanrumula Munda, ayah sang mempelai pria, mengatakan upacara itu takkan menghalangi dia menikah ketika usianya sudah cukup.(*)

Saya sempat kaget membaca berita ini, soalnya, berita yang sama juga ada di beberapa media lain. Namun yang dinikahkan dengan sang Anak adalah Anjing betina. Bukan pelacur..\

Baca ini:

Kamis, 19/02/2009 04:44 WIB

Hindari Gigitan Macan, Bayi Dinikahkan dengan Anjing
Nograhany Widhi K - detikNews

Hubaneswar - Seorang bayi laki-laki yang belum genap dua tahun dinikahkan dengan anjing betina. Pernikahan ini dipercaya agar sang bayi terhindar dari serangan binatang buas seperti macan.

Bayi laki-laki itu, Sagula, dinikahkan dengan anjing betina milik tetangganya di desa wilayah Orissa, Distrik Jaipur, India, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (19/2/2008).

Sekitar 150 warga suku Munda di desa itu, menghadiri pernikahan ritual bagi bayi yang sudah tumbuh gigi susunya. Suku Munda mempercayai anak kecil yang sedang bertumbuh sebagai pertanda buruk dan dipercaya selalu mengundang binatang buas seperti macan untuk menyerang.

Dalam kepercayaan suku Munda, Tuhan akan memberikan berkat dan menjauhkan roh jahat setelah pernikahan dilakukan.

"Kita mengadakan pernikahan karena itu akan mengusir segala kutukan yang menimpa anak itu dan kami," ujar ayah Sagula, Sanarumala Munda.

Sementara seorang saksi mata mengatakan Sagula dalam upacara itu dibawa keluarganya ke kuil desa, di mana pemuka agama memberkati dengan melantunkan senandung pujian dalam bahasa Sansekerta. Tak ada pemberian mas kawin dalam upacara itu.

Setelah dinikahi, anjing betina itu dilepaskan di desa itu. Sagula pun masih bisa menikahi gadis normal saat dewasanya tanpa perlu bercerai dari si istri yang sekarang.

Hukum di India memang tidak mengenal pernikahan anjing dan manusia, tapi ritual itu masih berkembang di desa-desa. (nwk/nwk)

Berita yang sama juga ada di beberapa media online lain, misalnya ini...

Inilah.com:

19/02/2009 - 16:55
Idih! Bocah Nikahi Anjing Betina

INILAH.COM, Bhubaneswar - Ketika mendengar kata pernikahan, yang terbayang di benak kita pastilah antara dua orang manusia dewasa. Pernah mendengar bocah dinikahkan dengan anjing? Di India, hal ini ternyata masih sering terjadi. Idih!

Sagula, bocah laki-laki berusia 1,5 tahun itu harus mengalami hal tersebut karena adat yang dianut sukunya. Ia bahkan baru menumbuhkan satu gigi di gusi bawahnya. Sudah jelas, arti pernikahan pun tak bakal dimengerti olehnya.

Apa sebab Sagula harus mengalami hal itu? Rupanya, penduduk Suku Munda yang tinggal di distrik Jajpur itu, percaya bahwa pertumbuhan anak-anak seringkali dibayangi oleh roh jahat.

Sehingga, mereka rentan terhadap serangan hewan buas seperti harimau yang populasinya cukup banyak di negara tersebut.

Untuk mencegah kutukan roh jahat dan mendapatkan berkah dari dewa yang melindungi suku di India Timur ini, maka tak jarang anak-anak harus dinikahkan dengan hewan. Harapan mereka, roh jahat akan pergi setelah upacara pernikahan.

"Kami melaksanakan pernikahan ini untuk menghalangi segala kutukan yang mungkin dialami anak ini dan seluruh penduduk desa," ujar ayah si bocah, Sanarumala Munda kepada suratkabar lokal yang dikutip BBC, Kamis (19/2).

Maka Sagula diarak oleh keluarga dan seluruh penduduk desa menuju kuil setempat. Disana, sebuah prosesi pernikahan diselenggarakan antara dirinya dengan anjing betina tetangganya, Jyoti. Seorang pendeta merapal mantra berbahasa Sansekerta untuk menyucikan ikatan keduanya.

Selepas seremoni, 'mempelai' wanita dibiarkan berkeliling di luar area tersebut. Tak ada yang mempedulikannya dan tak ada mas kawin yang diberikan kepadanya.

Bahkan, saat Sagula dewasa, ia bebas menikahi perempuan sesungguhnya tanpa perlu repot-repot mengajukan perceraian.

Setelah pernikahan berlangsung, penduduk desa pesta pora dengan makanan yang melimpah ruah. Minuman beralkohol juga disediakan, penduduk desa pun mabuk-mabukan. Mereka merayakan kebebasan dari kutukan roh jahat.

Hukum India tak mengatur pernikahan antara manusia. Namun demikian, ritual ini masih sering terjadi di desa pinggiran yang dihuni berbagai suku. Umumnya, mereka buta huruf dan tak terlalu mengerti perkembangan dunia luar. [vin]


atau diKapanlagi.com:


Jum'at, 16 Februari 2007 19:52

Anak Laki-laki India Dinikahkan dengan Anjing Betina


Kapanlagi.com - Seorang anak laki-laki berumur 18 bulan di negara bagian Orissa, India timur, dinikahkan dengan seekor anjing betina atas kepercayaan agar dia aman dari serangan harimau, sebagaimana dilaporkan surat kabar, Juma

Perkawinan itu terjadi pada Rabu di Jajpur, suatu kawasan masyarakat adat, setelah orangtua anak itu menemukan jodoh yang cocok pada seorang anjing betina bernama Samina, tulis koran "Asian Age".

"Kami percaya jika gigi taring di rahang atas anak itu tumbuh lebih dulu, dia akan diserang seekor harimau." kata ayah sang anak, Sunaram Gagari, kepada koran tersebut.

Gagari mengatakan masyarakat adat setempat percaya bahwa perlu upacara pernikahan untuk menangkal "pertanda jelek" itu.

Awalnya, Gagari berpikir untuk menikahkan anaknya dengan seekor kambing.

"Tetapi nanti pemiliknya mungkin tergoda untuk menjual kambingnya ke tukang jagal, dan anak saya akan jadi duda, jadi saya pilih anjing sebagai mempelainya" katanya.

Perkawinan antara manusia dan mahluk hidup lainnya bukan hal yang aneh di India dan sebagian besar dilaksanakan oleh masyarakat adat untuk menangkal "guna-guna" serta "pertanda jelek."

Media setempat tahun lalu memberitakan dua perkawinan terpisah antara gadis dengan anjing dan seorang gadis lainnya dengan ular di distrik masyarakat adat di Orissa.

Para tetua adat mengatakan perkawinan seperti itu tidak mempengaruhi kehidupan anak-anak dan mereka nantinya boleh menikah lagi tanpa harus bercerai dari pasangan pertamanya. (*/rsd)


11/27/2008

Cerita Pendek: Koin Satu Miliar

Koin Satu Miliar

Oleh Denny S. Batubara

Gila!

Dunia sudah benar-benar gila. Dari sebuah warung kopi di sudut kota, kubaca kegilaan itu. Dengan sebuah kolom iklan yang menghabiskan setengah halaman, terpampang tulisan mencolok, "Berani membeli koin seharga Rp 1 Miliar untuk koleksi pribadi", dan keterangan alamat serta nomor telepon di bawahnya. Apakah sebuah koin sudah begitu berharga?

Dari sudut warung itu dapat kulihat orang-orang berkerumun ingin mengetahui iklan 'gila' itu. Apakah sudah tak ada lagi koin di bumi ini? Dunia memang gila.

Hari ini aku kembali ke warung kopi itu. Tentu untuk membaca berita terbaru dari koran langganannya sambil menikmati segelas teh yang paling murah. Aku mesti sabar untuk tidak menghabiskan teh itu, supaya dapat membaca lebih lama. Soalnya bila segera habis, malu rasanya tetap bertahan di bangku panjang itu tanpa alasan, kecuali baca koran.

Aku rupanya keduluan. Orang-orang sudah terlebih dahulu membaca koran itu. Dari tempatku duduk, dapat kulihat hotline hari ini, "Persediaan Koin Habis". Lagi-lagi tentang koin. Koin sudah menjadi barang langka, koin sudah jadi barang berharga, sehingga ada yang berani membelinya seharga satu miliar.

Seiring dengan itu, harga-harga barang pun naik. Cara transaksi barang berubah dimana-mana. Harga mulai disesuaikan dengan bulatan uang kertas. Tak ada lagi, misalnya kopi seharga Rp 450, tapi dibulatkan menjadi Rp 500. Soalnya koin limapuluh sudah raib. Atau kalau ada barang yang seharga Rp 250, biasanya pembeli dipaksa membeli barang itu dua buah sekaligus. Ya itu, untuk menghindari urusan koin.

Tiba-tiba ada yang terlintas di pikiranku, yakni sesuatu yang menggerakkan aku untuk cepat-cepat meninggalkan warung kopi. Aku ingat, ada satu koin di laci meja belajarku. Ya, satu koin yang masih kuingat, satu koin yang akan kupakai buat menelepon seseorang malam nanti.

Dengan bergegas, aku pulang dan cepat-cepat mencari koin tersebut. Sebuah koin yang memang sudah ada disitu sejak aku punya meja belajar.



Aku mulai senang mengumpulkan koin sejak mulai kenal dengan seseorang, sehingga sewaktu-waktu dapat menghubunginya lewat telepon umum koin. Tak kusangka koin tersebut sekarang telah berharga satu miliar! Aku tergagap menghadapi kenyataan ini, apa yang aku perbuat dengan uang satu miliar itu nanti?

Tak sengaja kupandangi koin tersebut, koin biasa yang tak akan pernah menarik perhatian sebelumnya. Sekarang ia adalah koin satu-satunya di muka bumi ini, sebuah koin yang hanya dapat ditukar dengan satu pisang goreng, sekarang menjadi sebuah 'harta karun' yang dapat membeli apa saka.

Aku gemetar memikirkan kenyataan itu. Terbayang di benakku segala kesusahan yang ada selama ini. Terbayang di benakku segala ciri orang pinggiran yang tak dapat kusanggah pada tubuhku. Terbayang di benakku kebodohanku saat jamuan makan malam di tempat orang-orang besar, serta terbayang sakit flub yang selalu datang begitu aku ada di ruang ber-AC.


(bersambung)



In ENGLISH:


Coins One Billion

By Denny S. Batubara

Crazy!

The world is truly insane. From a coffee shop at the corner of the city, kubaca frenzy that. With a column of ads to spend half a page, the paper was light, "what to buy a coin worth Rp 1 billion for private collections," and address information and phone number below. Whether a coin is so valuable?

From the corner stall that can kulihat people congregate want to know the ads' mad 'it. Have no longer a coin on earth is this? The world is mad.

Today I return to the coffee shop. Of course, to read the latest news from newspaper customers while enjoying a glass of tea that are cheaper. I do not have to wait to spend the tea, so they can read older. Because when you run out soon, seemingly embarrassed survive in the long benches without reason, except read the newspaper.

I apparently be preceded. People have first read the newspaper. From place to sit, can kulihat hotline today, "Inventories Coins Out." More on a coin. Coins have become a rare item, a coin is so valuable, so there are purchased at the price of one billion.

Along with that, the prices of goods also increased. Changed the way transactions of goods everywhere. Prices start is adjusted periodically with the greenback. No longer, for example, a coffee worth Rp 450, but rounded up to Rp 500. Its coin is fifty raib. Or if the goods are worth Rp 250, the buyer usually forced to buy goods that are at once. Yes, the coin to avoid affairs.

Suddenly there is a later pikiranku, namely, something that moves me to hastily leave the coffee shop. I remember, there is a coin drawer in my desk study. Yes, one that still kuingat coin, a coin that will make to call someone nights later.

With haste, I go home and immediately find the coin. A coin that is already there since I have a desk study.

I am happy to start coin collecting since I started with someone, so that while menghubunginya-time can be common coin by phone. No kusangka coin is now worth one billion! I hum face this reality, what do I do with the money that one billion later?

Accidentally i see the coin, the coin of normal will never attract attention before. Now he is the only coin in the face of this earth, a token that can only be exchanged with a fried banana, now become a 'treasure trove' that can buy what everything.

I think the fact that tremble. In My mind, show at all for the ills of this. I show in all the characteristics of the edge that can not be denied on my body. And my blooper show in the reception dinner in place of those big, and most sick flub, which I always come in air-conditioned room.

(Translation of this story using Google Translate, sorry if there is one word)


(continued)

6/10/2008

Indonesia adalah Negara Asia Pertama di Piala Dunia?

Diakui atau tidak, Indonesia adalah negara Asia pertama yang berlaga di ajang Piala Dunia, tepatnya Piala Dunia 1938 di Prancis.

Meski saat itu belum merdeka, Indonesia mengusung nama Nederlandsche Indiesche atau Netherland East Indies atau Hindia Belanda.

Panasnya keadaan di Eropa dan sulitnya transportasi ke Prancis secara tak langsung memberikan keuntungan. Jepang menolak hadir dan memberikan kesempatan bagi Hindia Belanda untuk tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Lalu Amerika Serikat yang jadi lawan berikutnya menyerah tanpa bertanding.

Jadilah anak-anak Melayu ini melenggang ke Prancis.
Pengiriman kesebelasan Hindia Belanda bukannya tanpa hambatan. NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) atau organisasi sepak bola Belanda di Jakarta bersitegang dengan PSSI yang telah berdiri April 1930. PSSI yang diketuai Soeratin Sosrosoegondo, insinyur lulusan Jerman yang lama tinggal di Eropa, ingin pemain mereka yang dikirimkan.

Namun, akhirnya kesebelasan dikirimkan tanpa mengikutsertakan pemain PSSI dan menggunakan bendera NIVU yang diakui FIFA.

Ditangani pelatih Johannes Mastenbroek, pemain kesebelasan Hindia Belanda adalah mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda.

Tercatat nama Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermandji, Anwar Sutan, dan kiri luar Nawir yang juga bertindak sebagai kapten.

Pada babak penyisihan, Hindia Belanda langsung menghadapi tim tangguh, Hungaria, yang kemudian meraih posisi runner-up.

Tak banyak informasi yang didapatkan mengenai pertandingan di Stadion Velodrome Municipale, Reims, 5 Juni 1938, tersebut. Pada pertandingan yang disaksikan 9.000 penonton itu, Hindia Belanda tak mampu berbuat banyak dan terpaksa pulang lebih cepat setelah digilas 6-0.

Meski belum menggunakan bendera Merah-Putih, inilah satu-satunya penampilan tim Melayu di Piala Dunia, hingga sekarang! (Koran Tempo, 11 Mei 2006)

Belanda Hancurkan Juara Dunia Italia 3-0

Tuh kan? Belanda membuktikan diri lebih jago dibanding Juara Dunia Italia....Skornya 3-0 pulak... Kita tunggu Belanda di final ya?

6/09/2008

Saatnya Menilai Televisi dengan "Rating" Kualitas

Saatnya Menilai Televisi dengan "Rating" Kualitas
KOMPAS, Minggu, 8 Juni 2008 | 00:46 WIB

DAHONO FITRIANTO & SUSI IVVATY

Prihatin terhadap sistem ”rating” kuantitatif sebagai patokan menilai program televisi, beberapa organisasi independen membuat metode survei lain, yakni menilai kualitas acara televisi. Hasil survei menunjukkan, program yang paling banyak ditonton bukanlah yang bermutu terbaik.

Survei bertitel Rating Publik ”Menuju Televisi yang Ramah Keluarga” ini dilakukan Yayasan Sains, Estetika, dan Teknologi (SET) didukung Yayasan TIFA, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), The Habibie Center, dan London School of Public Relations.

Koordinator survei Agus Sudibyo menegaskan, meski sama- sama menggunakan kata rating, metode ini bukan dimaksudkan untuk menandingi sistem yang diselenggarakan lembaga riset AGB Nielsen (yang menjadi patokan stasiun TV selama ini). ”Metodenya jauh berbeda,” ungkap Agus.

Survei rating publik ini dilakukan dengan menyebar kuesioner dan rekaman kepada 220 responden, masing-masing 20 responden di 11 kota, yakni Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Denpasar, Batam, Pontianak, dan Palembang. Responden dipilih menggunakan metode sampel kuota dan dari kalangan pemerhati televisi di setiap kota.

”Respondennya harus orang- orang yang paham dan bisa menilai secara kritis program acara televisi. Jadi, tidak bisa dipilih secara acak dari para kalangan masyarakat umum. Riset ini tidak berpretensi menggambarkan penilaian seluruh penonton televisi,” papar Agus.

Untuk mencari responden yang sesuai dengan kriteria itu, mereka bekerja sama dengan lembaga independen pemerhati televisi di setiap kota, yakni Yayasan Kippas (Medan), LKi&KP (Batam), LPS-AIR (Pontianak), LKM (Surabaya), Silabika dan Pustaka Melayu (Palembang), YPMA KIDIA (Jakarta), LeSPI (Semarang), Jurusan Jurnalistik Fikom Unpad (Bandung), Pusat Studi Audience Program Studi Ilmu Komunikasi STPMD ”APMD” (Yogyakarta), Elsim (Makassar), dan IJTI Provinsi Bali (Denpasar).

Selain harus menjawab kuesioner, setiap responden juga harus menonton rekaman 15 acara TV, masing-masing lima acara untuk tiga kategori utama acara TV, yakni hiburan, bincang-bincang (talkshow), dan berita reguler. ”Kami kirimi setiap responden rekaman itu agar mereka bisa benar-benar menelaah isinya. Lima acara yang dipilih adalah acara yang memiliki rating tertinggi berdasar riset AGB Nielsen,” kata Agus.

Setelah mengolah data dari 191 responden yang mengembalikan kuesioner, terlihat bahwa mayoritas responden (41,9 persen) menilai program televisi di Indonesia secara umum masuk dalam kategori biasa-biasa saja. Hanya 27,2 persen yang berpendapat acara TV sudah baik, sementara 24,6 persen malah memandang isi TV kita masuk dalam kategori buruk.

Riset ini menerapkan enam kriteria penilaian kualitatif sebuah acara TV bisa dikatakan bermutu tinggi, yakni bisa menambah pengetahuan, bersifat pengawasan atau memberi peringatan, membangkitkan empati sosial, meningkatkan daya kritis, memberi model perilaku yang baik, dan menghibur.

”Kick Andy” terbaik

Berdasarkan jawaban dari responden, program Kick Andy yang dipandu host Andy Noya dinilai sebagai program terbaik dari semua program yang ada di televisi. Sebanyak 47,1 persen responden memilih program tersebut. Bandingkan dengan program ber-rating tertinggi versi AGB Nielsen, yakni sinetron Azizah.

Kick Andy juga dinilai sebagai program talkshow terbaik versi riset ini, sedangkan menurut AGB Nielsen, program Empat Mata adalah yang ber-rating tinggi. Namun, bukan berarti Empat Mata juga tidak disukai. Sebab, riset ini menunjukkan bahwa Empat Mata menempati urutan kelima setelah Kick Andy, Today’s Dialogue, Oprah Winfrey, dan Dorce Show.

Andy Noya mendukung riset mengenai rating publik ini karena memberi alternatif lain soal rating. Selama ini, AGB Nielsen menjadi semacam ”Tuhan”-nya untuk televisi dan periklanan sehingga seolah-olah menjadi satu-satunya kebenaran.

Kekuatan Kick Andy, menurut Andy, adalah pada tema dan content atau isi. Presenter hanyalah unsur kecil yang justru menjadi kelemahan. Itu karena Andy merasa tidak menarik di depan kamera, tidak ganteng, bergaya kaku, dan berambut kribo pula. ”Jadi saya tertolong oleh tim yang solid. Kick Andy ini kental dengan unsur jurnalisme. Kami mengandalkan jaringan yang dimiliki Metro TV, yakni reporter yang tersebar di banyak daerah. Merekalah yang banyak memberi informasi,” paparnya.

Kekuatan lain Kick Andy adalah, program ini mengasah kepekaan sosial dan selalu menyampaikan pesan moral. Misalnya soal tema kelamin ganda, kaki palsu, atau guruku pemulung. Topik yang diangkat berimbas sangat luas. Soal kaki palsu, misalnya, ternyata banyak sekali orang yang membutuhkan. Karena itu, muncullah gagasan untuk membuat kegiatan ”1.000 Kaki Gratis Kick Andy” dan sudah terkumpul dana Rp 1 miliar dari sponsor.

”Kelemahan Kick Andy selain pada host-nya juga unsur hiburannya. Kick Andy juga tidak interaktif, tidak bisa berdialog dengan penonton di rumah karena direkam,” terang Andy.

Ada beberapa program yang dinilai bagus oleh responden survei ini, dan juga di rating tinggi oleh AGB Nielsen. Namun, ada pula yang sangat jauh panggang dari api. Bagaimanapun, patokan ini patut menjadi alternatif.

5/21/2008

Ketika yang Menolong Hanya Selembar Kartu Sakti











Hari baru pukul 10 saat aku bergegas naik ke lantai dua Plaza Cileduk. Hari itu aku harus ada uang untuk keperluan mendesak. Ya, sudah beberapa kali Bang Ryan ini yang menyelamatkan kami. Sayang sekali, kali ini aku harus kecewa, toko Bang Ryan yang tersembunyi di sudut plaza yang sesak.

Sejak ke Jakarta, Bang Ryan cukup sering membantu keuangan kami kala mendesak. Bang Ryan bukan family, ia hanya seorang pedagang yang menerima tarik tunai kartu kredit. Aku pun tau dari iklan keciknya di koran. Tarik tunai di tempat dia ini seolah kita membeli barang elektronik, namun kita diberi cash. Ia dapat untung dari biaya sekitar 4 persen. Biasanya ia akan nanya mau bersih apa kotor?

Kalau bersih artinya kalau kita minjam 1 juta, maka kita terima satu juta bersih namun di kwitansi tertulis rp 1.035.000, yang 35 ribu buat dia. Kalau kita mau terima kotor, berarti di kwitansi tertulis pas rp 1 juta namun kita nerimanya rp 965.000 atau 1 juta kurang bagian dia.

Pada kawan-kawan sering aku bilang, bahwa kalau hidup di Jakarta ada dua syarat utama, Pertama, HARUS KAYA dan kedua HARUS SABAR.

Kaya, karena semua serba mahal dan butuh biaya. Sejak pindah ke Jakarta aku harus mengeluarkan banyak biaya yang sebelumnya gak pernah ada budgetnya. Sewa rumahlah dan sebagainya.

Sabar, karena kita mesti berhadapan dengan macet, banjir, lalu lintas yang amburadul dan kelauan orang yang bermacam-macam. Aku sendiri kayaknya udah bisa sedikit sabar, sayangnya belum KAYA-KAYA.

Alhasil, setiap bulan selalu MANTAB alias MAKAN TABUNGAN. Parahnya, sudah makan tabungan, minus pula dan mesti ada subsidi baru. Dan jalan terakhir adalah TARIK TUNAI dari KARTU KREDIT yang akan dilunasi secepat mungkin pas gajian.

Dan hiduppun macam lagu Bang Rhoma Irama, Gali Lobang Tutup Lobang....

Aku sudah punya kartu kredit sejak 5 taun lalu. Dulu memang gunanya tak sering ada. Hanya buat kondisi mendesak aja. Namun dulu tetap ada ada godaan buat beli barang. Misalnya elektronik dan HP. Alhasil, bayarnya susah.... Akibatnya pernah aku hanya sanggup bayar bunga saja sementara hutangnya gak berkurang sama sekali.... Untung aku cepat sadar dan tutup semua hutang, kalaun tidak, entah bagaimana leher terjerat kartu BIADAB itu...

Sejak ke Jakarta, tiba-tiba hubungan kami dengan Kartu Kredit itu makin mesra aja. Maklum keperluan uang makin banyak sementara teman bagi masalah atau teman pinjam duit gak ada... Saudara juga jauh semua. Alhasil, kartu Citibank dan BNI yang aku punya pun menjadi Saudara Terkandung....

Suatu malam, anak kami Baron sakit. Muntah dan mencret.... Seharian gak sembuh... Obat tak mempan... Daun jambu yang direbus sudah diminumkan berkali-kali... Mencretnya makin parah, air besarnya malah sudah air semua... Sementara uang gak ada... Sementara kartu askes yang kami punya hanya bisa digunakan dengan pakai uang sendiri dulu...

Akhirnya kami nekat membawanya ke rumahsakit. Benar saja, di UGD ia muntah ke baju dokternya. Kontan saja sang dokter langsung perintahkan opname. Saat mendaftar di loket, aku pun diwajibkan menyetor deposit satu juta lebih... Pusing, mau nyari uang kemana?

Untung mereka cepat memberitahu bahwa bisa pakai kartu kredit... Maka dengan gagahnya, sang kartu membantu kami saat itu. Sejak saat itu, kami sering berkelakar bahwa satu-satunya family di kota besar ini hanya MBak Siti.... Maksudnya Citibank...

Kejadian berlanjut, Baron kembali sakit diare. Semua gara-gara air yang kotor... Kami merasa tertipu pemilik rumah. Kami tawarkan perdalam sumur bor dengan biaya setengah-setengah dia tetap gak gubris. Apa boleh buat, kami harus pindah meski kontrak rumah masih sisa 7 bulan... Sekali lagi, Mbak Siti (Citibank) menjadi dewa penyelamat, pada saat yang pas, aku ditawari Personal Loan sebagai fasilitas pengguna kartu kredit Citibank... dan akhirnya kami bisa pindah dan hidup sedikit lebih sehat...

Persoalan ternyata belum selesai... Beberapa kali kami mesti pontang panting mengatur keuangan....Hingga akhirnya tak ada jalan keluar selain minjam... Dan jalan satu-satunya hanya TARIK TUNAI lewat merchant, bukan lewat ATM. Sebab, kalau tarik tunai lewat ATM bunganya besar sekali. Sementara kalau tarik tunai dari toko bunganya sesuai dengan bunga belanja.

Seperti Bang Ryan, dia buka tokonya adalah toko elektronik merk tertentu, sekarang di tokonya juga jual handphone. Namun jualan sebenarnya adalah Alat atau mesin pembayaran kartu kredit itu... Dulu pas aku pertama kesana, Bang Ryan nampaknya juga baru bisnis itu, sebab ia saat itu juga masih kaku dan sempat salah ngetik jumlah uang segala.

Kembali ke cerita tadi, setelah siangnya melihat toko Bang Ryan tutup, sorenya aku beranikan lagi datang kesana. Bak menemukan harta karun, aku senang sekali melihat toko kecil itu buka. Melihat aku, Bang Ryan udah langsung paham. Ia pun langsung basa-basi bahwa memang baru buka karena harus membawa anak-anaknya rekreasi karena hari libur sekolah...

Transaksi pun lancar, Segepok uang berpindah ke dalam dompetku... Mudah-mudahan segera ada ganti buat membayarnya, karena akan susah kalau tak dibayar segera...

Sebenarnya toko seperti Bang Ryan ini banyak sekali. Sebelum dengan bang Ryan, aku juga pernah tarik tunai di toko travel dan toko emas. Biasanya mereka memang liat-liat dulu orangnya. Malah awalnya, aku mesti ditemani teman yang dari Bank, baru mereka mau melayani.

Di Medan, di toko emas yang ada tarik tunainya, aku diberi kartu agar setiap tarik tinggal memperlihatkan kartu itu saja sebagai identitas agar mereka segera tahu kalau kita udah pernah kesitu...

Berutang memang bukan pilihan, namun pada saat-saat tertentu berutang menjadi keharusan....

Kalau bisa memilih, aku ingin rasanya menggunting dua kartu kredit yang ada di dompet. Namun mengingat kondisi, rasanya masih butuh pertolongan mereka suatu saat nanti...

Beruntunglah orang-orang yang berkecukupan sehingga tak harus pusing pikir macam-macam soal keuangan rumahtangga.

Banyak orang yang takut pakai kartu kredit. Dan memang jangan sembarangan pegang kartu kredit, walau sakti dan berjasa pada kondisi darurat, kalau tak mampu menahan selera, kita bisa dijeratnya... Namun kalau mampu mengendalikan, kartu itu memang menjadi kartu sakti yang berjasa sekali.

Tipsnya sedikit saja, jangan pakai buat konsumsi, jangan pakai buat keperluan yang tidak mendesak. kalau pun harus tarik tunai, tarilah dari toko, jangan sesekali tarik tunai dari ATM. Dan terakhir, menabunglah agar di akhir bulan masih ada yang akan dikuras....

5/19/2008

Susahnya Mikirin Sekolah...

Tahun ini anakku Queena sudah masuk SD. Kami sudah siap-siap nyari sekolah. Namun ya Ampunnn, biayanya besar sekali...

Beberapa teman TK-nya sudah mendaftar di sekolah swasta. Biayanya antara 2,5 hingga 10 juta. Sebuah hal yang sedang tak sanggup kami lakukan saat ini. Makanya yang terpikir adalah masuk ke SD Negeri.

Dari beberapa orangtua teman TKnya, diberitahu bahwa di SD negeri biaya pun lumayan mahal. Akan habis juga sekitar 1,5 juta-an. Itu pun masuknya harus pakai antri ambil formulir sejak subuh.

Sabtu lalu, aku sempatkan mampir di SDN 1 Pinang, maksudnya mau nanya kapan pendaftaran dimulai. Disana sama sekali gak ada pengumuman apa-apa. Mungkin karena anak-anak sedang ujian. Yang mendatangiku justru seorang pemuda, entah preman entah tukang parkir yang mencoba menjelaskan bahwa pembukaan siswa baru baru akan buka bulan Juni. Ya sudahlah, aku pun pulang.

Ternyata mau masuk sekolah aja susah. Bertolak belakang dengan keinginan pemerintah agar semua warganya sekolah, minimal SD. Aku jadi terpikir bagaimana yang keluarganya gak mampu ya? Darimana mereka membiayai semua itu? Karena sejak dana BOS ada, sekolah justru menerapkan uang buku dan semuanya lebih tinggi, katanya untuk ini dan itu.

Bahkan kata orangtua teman anakku, ia bisa menitip pengambilan formulir ke salah seornag guru dengan biaya 65 ribu. Ini keterlaluan. Aku jadi ingat di kampung, disana, kalau masuk sekolah yang masuk aja. Sudah. Gak mesti pusing-pusing. Pantas aja di Jakarta ini orang-orang berlomba masuk sekolah swasta. Di kampungku, orang masuk swasta kalau di negeri sudah tak lulus.

Aku iba juga pada Queena karena tak bisa memasukkannya ke sekolah swasta yang agak bagusan. Kondisi keuangan sedang tak memungkinkan. Masuk SD negeri aja yang biayanya sekitar 1,5 juta aku harus pontang panting. Untunglah keluarga besar paham.

Minggu lalu, ibuku mengirimkan uang 500 ribu, katanya buat nambah biaya masuk sekolah Queen. Trus mertuaku juga ngirim 2 stel baju seragam, dan akan ngirim uang juga. Makasih semuanya.... Inilah hakikat keluarga yang saling bantu dalam kesusahan.

Mudah-mudahan semua beres, Queena bisa sekolah mesti aku belum tau kapan harus antre dapetin formulir pendaftarannya... Semua masih belum jelas.

Yang penting sekarang, Queena sekolah aja dulu, dimana saja gak jadi masalah. Nanti kalau sudah ada uang baru dipindahkan ke sekolah yang favorit deh, Insya Allah...


4/25/2008

Cerita soal Aie Bangih di Padang Ekspres

Saya menggabiskan masa kanak-kanak di Aie Bangih, maka pas nemu tulisan ini saya jadi rindu sekali melihat Aie Bangih lagi... Main-main ke Tugu, berenang di sepanjang pantai (asal jangan kena kotoran manusia aja) dan berdayung sepanjang muara, atau juga memancing di dermaga pelabuhan...

PADANG EKSPRES

Bertaruh Nyawa di Atas Hantaman Gelombang, Pulau Perawan nan Mahal
Minggu, 13 April 2008
Sample ImageKabupaten Pasaman Barat, salah satu kabupaten di Sumbar, menyimpan banyak kekayaan alam. Tidak hanya sumber tambang, tetapi juga sumber daya alam yang indah dan dapat dijadikan objek wisata bahari unggulan. Di Pasaman, ada sebuah pulau perawan. Pulau Panjang, begitu masyarakat menyebutnya. Transportasi yang minim menjadikan pulau ini objek wisata mahal untuk dikunjungi. Memang tidak mudah untuk sampai ke pulau tersebut. Satu-satunya transportasi

ke pulau berpenduduk 1200 jiwa itu hanyalah perahu motor atau speadboad. Setengah jam, kita harus bertaruh nyawa dengan gelombang laut besar menuju pulau dengan luas 220 hektar tersebut. Dapat dipastikan, objek pulau ini belum dikunjungi banyak orang, kecuali penduduk di sana. Pulau ini tercatat, satu-satunya pulau berpenghuni di Pasaman Barat.

Pulau ini cocok dikunjungi bagi petualang sejati. Berangkat menggunakan Speedboad dari pelabuhan Air Bangis, cukup membuat hati berdebar-debar tidak karuan. Meskipun cuaca tidak terlalu buruk, ombak tetap tinggi menghantam perahu yang ditumpangi. Begitulah keseharian masyarakat Pulau Panjang menjalani kehidupan menuju pulau itu. Masyarakat Pulau Panjang biasanya belanja kebutuhan sehari-hari ke Pasar Air Bangis dengan ongkos Rp 6.000 pulang pergi. Sebagian besar penduduk pulau bekerja sebagai nelayan dan berdagang kecil-kecilan.

Sample ImageWarga dan anak sekolah saat sampai di Pulau Panjang setelah menyeberang dari Air Bangis menggunakan perahu.JPG

Tidak hanya transportasi, tetapi sarana dan prasana di pulau tersebut amat minim, sehingga kebanyakan anak pulau bersekolah ke Air Bangis. Menurut Wali Jorong Pulau Panjang, Ilman Tanjung, 90 persen warga pulau miskin, karena mereka hanyalah nelayan dan pedagang kecil. Pulau ini memiliki keindahan alam yang luar biasa. Pemandangan laut yang haru biru, serta hutan yang masih terjaga. Bahkan budidaya rumput laut berpotensi dikembangkan lantaran kondisi laut yang memungkinkan. Namun sayangnya, masyarakat pulau belum mendapatkan pengetahuan tentang hal itu.

Masyarakat ini membutuhkan pembinaan, begitupun keindahan alam di sana. Butuh sentuhan agar dapat dijadikan wisata unggulan di Pasaman Barat dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Panjang. Masyarakat ini meminta pemerintah membangun posko jaga untuk memantau gangguan dari pihak luar. Selain itu, dalam waktu dekat Pemkab Pasbar akan membangun pelabuhan Teluk Tapang yang akan dapat menghidupkan ekonomi di Pulau Panjang.(altas maulana)

4/06/2008

Harga-harga yang Mencekik Leher

Tadi pagi, istri mengeluh. Satu bungkusan kecil yang ia beli dari pedagang sayuran keliling harus ditebus dengan 25 ribu. Padahal biasanya hanya 10 ribuan. Bawang merah yang biasanya bisa beli seribu, sekarang paling sedikit harus membeli seharga 4 ribu. Ada apa di negara ini, sehingga harga-harga seperti tak terkendali?

Dulu saat kecil, aku sering diceritakan ibu tentang masa darurat. Katanya saat itu semua mahal dan langka. Baju pun harus pakai karung goni. Sembako antre, saat itu semua hanya di angan-angan, sepertinya tidak akan pernah terjadi lagi. Tapi kemudian, suasana itu justru menjadi hal biasa sekarang. Antre dimana-mana, bahkan sampai harus ada kartu kendali segala. Ironisnya, antrean itu buat membeli, bukan gratisan... Sudah harga mahal, antre pula. Kloplah sudah keterpurukan bangsa ini.

Bagi sebagian orang mungkin biasa. Tapi, bagi kami yang duitnya pas-pasan sangat memberatkan. Budget bulanan tak pernah sesuai perkiraan. Selalu harus ada hutang... Sebuah yang tak pernah aku alami sebelumnya. Mungkin juga karena sekarang aku hidup di Jakarta yang memang situasinya begitu, tapi seharusnya Jakarta lebih baik dibanding daerah. Karena daerah tentu mengalami yang lebih parah lagi.

Di kampungku PAsaman Barat sana, semua barang harganya lebih mahal karena semua harus dibawa dari Padang, saat harga Aqua galon di kota masih 8 ribu, orangtuaku di Silaping sana sudah harus membelinya 15 ribu. Lalu bagaimana sekarang setelah harga-harga di kota pada naik? Orang-orang di kampung tentu akan mendapatkan efek yang dahsyat.

Di Kompas beberapa hari lalu, ada artikel yang kalimatnya dimulai dengan pertanyaan APA KERJA Pemimpin bangsa ini? Mau ngurus lagu atau sembako? Mau nonton film Ayat-ayat CInta atau ngurus warga miskin.

Siapa yang harus disalahkan kalau ini semua ternyata fenomena global. Disini, tahapan Pemilu sudah mulai kemarin. Pemimpin kita tentu akan sibuk ngurus partai, bukan ngurus rakyat lagi. Minimal sampai pemilu tahun depan. Lalu rakyat mau apa? Apa hanya dimanfaatkan kalau mau kampanye saja?

Alamak, makin pusing kepala kalau memikirkan ini. Seharusnya kita menikmati hidup, bukan memikirkan karena sudah banyak pejabat yang digaji untuk memikirkannya. Tapi apa mereka memang mau memikirkannya? Lha, pembalakan kayu di Kalbar aja yang terlibat justru pejabat-pejabat. Lalu siapa yang bisa nangkap koruptor kalau semua ikut korupsi?

Udahlah, bagusan kita pindah negara aja yuk, tapi negara mana yang mau nampung warga Indonesia? He he he...

2/27/2008

Semalam di Mukomuko Bengkulu

Gempa di Bengkulu lagi, kali ini 7,2 skala richter, disertai tambahan: Berpotensi Tsunami. Semua heboh, namun ada yang senang, tentu saja produser2 yang acaranya tayang sore, sebab sampai senin sore belum ada berita yang nendang. Ada gempa tentu ada yang baru.

Aku masih ngopi di warung sambil istirahat ketika HP berbunyi. Penugasan ke Mukomuko. Semua serba mendadak dan harus berangkat selasa subuh. Selasa pagi aku dan Arif Firmansyah, kameramen sudah tiba di Bengkulu. Seminggu lalu aku ke Semarang, ikut Dirjen ngambil gambar udara kemacetan Pati, kala itu aku sendirian pegang kamera, kali ini lumayan ada kameramen dan bawa peralatan streaming segala.

Konrtibutor Bengkulu, Syafran sudah menunggu di bandara, dia udah carikan mobil carter. Sehabis sarapan kami langsung meluncur ke Mukomuko yang berjarak 300 km dengan harapan masih sempat ngirim gambar buat tayangan sore.

Apa yang terjadi? Di Mukomuko justru tenang-tenang saja. Bah! Kek mana mau ngirim berita ini? Sama sekali tidak ada pengaruh, kota tetap ramai dan tidak ada kerusakan. Jakarta sempat nggak percaya. "Masa sih nggak ada yang rusak," kata Senprod kami yang baru, Charles Meikyansyah. Begitulah, macam mana awak mau merusak-rusak kalau memang gak ada yang rusak.

Akhirnya aku putuskan itu aja yang jadi berita. Bahwa Mukomuko normal, tak ada kepanikan. Jam 4 sore kami udah mutar2 nyari warnet. Ya ampun, ternyata gak ada warnet disana. Kami pun nyari penginapan agar bisa dapat colokan listrik dan bisa menghidupkan laptop. Akhirnya dapat di Wisma Mama, lumayan juga walau pun TVnya pakai sistem sentral.

Kami pun coba kirim gambar, kali ini pakai Telkomsel Flash. Hidup Dunia! internet kebuka, kirim bisa. Namun, ya ampiunnn, lambreta alias lambat sekali. Pasti karena disana hanya ada sinyal GPRS, bukan 3G. Alhasil, gambar semenit yang dikirim jam 4 sore, baru kelar jam 9 malam. Maka beritanya pun gak bisa di MHI dan Top9. Kemana-mana pun gak bisa karena harus jagain laptop di penginapan.

Humas Pemda Mukomuko sempat menelepon, katanya memang gak ada kerusakan. Bahkan, saat gempa mereka malah sedang meriah melaksanakan perayaan HUT ke-5 Kab Mukomuko. Sehingga data apa pun belum ada tercatat. Besoknya, Bupati dan Humas juga belum bisa memberi keterangan karena katanya ada acara peresmian dua kecamatan pemekaran.

Daripada bingung-bingung, sehabis sarapan kami pun ambil liputan antisipasi warga menghadapi tsunami. Soalnya banyak sekali rambu-rambu keselamatan kalau tsunami tiba yang terpasang disana. Kami sempat ke pantai segala untuk menambah gambar.

Kemana lagi? Ya pulang ke Bengkulu, mudah2an ada liputan di jalan. Benar saja, pas di Desa Bunga Tanjung, ada SD yang masih belajar di tenda. Padahal mereka korban gempa September 2007 lalu. Insting jurnalistikku mengharuskan kami singgah dan meliput. Benar saja, guru2 senang sekali kami datang. Soalnya mereka sudah kesal tidak ada bantuan pembangunan sekolah. 3 tenda yang ada sekarang tinggal satu, karena 2 hari sebelumnya 2 tenda rusak diterjang angin. Sekarang siswa yang semula di 2 tenda itu, pindah ke bangunan yang nyaris ambruk karena tidak ada pilihan lain.

Para siswa belajarnya sengaja menghadap pintu, agar bisa cepat menyelamatkan diri kalau gempa datang. Bangunan itu memang tidak layak sama sekali. Dinding belakangnya sudah tidak ada, dindingnya retak dan atapnya sudah tidak beraturan.

Tapi mengapa bantuan gempa tak sampai ke mereka ya? Soalnya sepengetahuan kita semua, masalah bantuan gempa di Bengkulu ini sudah selesai. Ternyata itu hanya di tingkat atas. Kenyataannya di lapangan, anak-anak masih belajar di tenda. Untung saja Gempa Senin lalu tak merontokkan bangunan di Mukomuko. Kalau ini terjadi bagaimana lagi nasib para korban? Soalnya sisa gempa tahun lalu saja belum tersentuh...

Sekarang (rabu sore) kami sudah di Bengkulu. Menikmati semalam di Mukomuko dan semalam di Bengkulu, negeri Raflesia yang konon ditukarguling dengan Singapura oleh Belanda dan Inggris. Tapi kok Belanda begok benar ya, mau aja nukar Bengkulu dengan Inggris. Bagi Bengkulu, tukar guling Bengkulu dari Inggris ke Belanda adalah satu kesalahan, coba mereka tetap jajahan Inggris, barangkali nasibnya akan berbeda dengan bekas jajahan Belanda yang lain. Ah, andai saja negeri ini benar-benar diurus dengan benar...

2/05/2008

Derita Ibu Kota, Derita Kita Juga

Alamak Jang, Jakarte kite banjir lagi. Saya kena getahnya lagi gara-gara banjir kali ini. Tahun lalu, motor masuk bengkel karena kerendam. Kali ini badan yang kerendam karena harus nyeberangin banjir.

Jum'at lalu hujan udah turun sejak malam. Kita yang udah paham dengan Jakarte, udah yakin bakalan ada banjir. Makanya pas berangkat ke kantor usai Jum'atan, motor ditinggal aja. Benar aja, pas di perempatan Ciledug, Kopaja 16 yang menuju Tanah Abang udah gak narik lagi. Terpaksa lah kita naik angkot sampai ke lokasi banjir. Benar saja, di depan perumahan Metro Permata, ribuan orang sudah tumpah ruah dengan kesibukan masing-masing. Air sudah setinggi kemaluan orang dewasa (minjam istilahnya reporter-reporter TV dari lapangan itu, he he he).

Orang-orang sudah mulai menyeberang. Ongkosnya 20 ribu untuk orang dan 50 ribu sepedamotor. Wah, kalau begini bisa bangkrut karena ada 3 lokasi banjir yang harus dilalui. Akhirnya aku nekat menyeberang dengan jalan kaki. Baju dan celana dalam ganti sudah di dalam tas, dipersiapkan dari rumah. Benar saja, airnya pas setinggi perut orang dewasa yang pendek, atau setinggi kemaluan orang dewasa yang agak tinggi. Ada juga yang setinggi dada orang dewasa (makanya kurasa istilah para reporter ini salah kaprah). Airnya deras sekali, beberapa motor dan mobil yang nekat akhirnya mogok di tengah jala. Selamat nyeberang ternyata masih ada dua genangan lagi.

Pas menjelang tanjakan tol Karang Tengah, air sudah tidak ada tapi angkot yang gak ada. Terpaksalah jalan kaki lagi ke Mal Puri. Disana baru naik angkot ke kantor. Di kantor suasananya sudah siaga. Banyak rekan yang libur. Ada yang memang kehambat banjir, ada yang iseng aja libur karena pas ada alasan banjir.

Kalau begini terus, mampus lah kita yang di Jakarta ini. Bagaiamana kalau kita tanya pada AHLINYE?

1/30/2008

27 Januari

27 Januari 2008 lalu,usiaku berkurang setahun. Sudah 33 tahun sekarang. Tak terasa, terasa aku sudah tua. He he he. Seperti kebiasaan kami, Ulangtahun tak diperingati. Pagi-pagi istri dan anak-anak mengucapkan selamat. Lalu ada telepon dari Ayah dan Umak. Sudah. Itu saja. Kami memang tak kenal bagaimana memperingati ulang tahun.


Semua sama saja. Menuruku ini adalah wajar saja. Sama dengan kebiasaan sebagian orang yang pakai cincin kawin, di daerah kami kebiasaan itu juga tidak wajib.


Tak menyangka, 27 Januari tiba-tiba menjadi sangat ramai karena Soeharto meninggal dunia. Kami yang kerja di media, sudah 3 minggu berjaga-jaga. Sampai ada yang sakit dan bosan menunggu. Ada yang standby di RSPP, lalu ada yang berjaga di Cendana. Dua minggu terakhir ada pula yang berjaga-jaga di Astana Giribangun dan di Kalitan Solo. Luar Biasa…


Lebih luar biasanya lagi, semua TV langsung breaking news. Dan aku malah menonton dari rumah. Pas lagi libur. Seperti direncanakan saja, aku menikmati ultah pas libur dan pas kawan-kawan di kantor heboh luar biasa karena ada breaking news. Rasanya dunia ini luas dan menyenangkan sekali. Ha ha ha…


Jadi, buat tahun ke depan, ulangtahunku akan diperingati berbarengan dengan ulangtahun wafatnya Soeharto.

Semua media memberi perhatian luar biasa. Wajar karena melihat ketokohan Soeharto. Namun gak imbang karena semua TV dan media lebih banyak mengekspos pernyataan agar semua warga memberi maaf pada dia. Apa bisa? TV gak mewawancara para korban kekerasan Orde Baru. Masyarakat kita memang bangsa yang pemaaf dan pelupa.


Artis berlomba-lomba datang ke Cendana memberi duka cita. Lalu wawancara dengan infotainment. Padahal waktu hangat-hangatnya isu Anti KKN, mereka juga ikut turun ke jalan. Di negara ini memang serba bermukadua.


Aku masih mahasiswa saat Reformasi tahun 1998. Kami ikut turun ke jalan sampai Soeharto jatuh. Sebuah peristiwa yang luar biasa melihat mahasiswa sekompak itu. Apakah masih akan terulang lagi?


Bagi kami Soeharto adalah sosok negarawan yang tegas dan pintar. Sayangnya kroni dan keluarganya terlalu rakus hingga harus mengorbankan Soeharto. Semua itu memang harus ada yang mempertanggungjawabkan. Makanya lucu saja kalau banyak sekali orang di negeri ini yang minta semua memaafkan Soeharto.


Soeharto memang sosok luar biasa. Di kampung-kampung dan pasar-pasar, semua mengatakan zaman Soeharto lebih baik. Beras murah, semua aman, tak ada antri minyak. Hidup tenang. Berbeda dengan sekarang. Semua harga mahal. Senyumnya sangat khas kalau sedang berkunjung ke daerah. Ribuan orang berbaris di tepi jalan untuk melihatnya. Semua bangga bisa salaman darinya. Bagaimanapun, dia memang negawaran sejati. Yang membuat Indonesia kita saat itu disegani dunia.


Tabloid Bola menggambarkan wafatnya Soeharto dengan prestasi olahraga. Prestasi langsung menukik tajam saat Soeharto turun. Sekarang, saat warga sulit membeli beras dan tempe, petinggi kita malah sibuk minta naik gaji, minta fasilitas dan berbagai macam kasus korupsi.


Kita tentu rindu suasana dulu. Namun tentu bukan soal korupsinya. Cukup pada kondisi kesejahteraan warga saat itu. Dan tentu rindu melihat bangsa ini kembali disegani, baik politik maupun olahraga….


27 Januari, selain tanggal kelahiranku, juga punya catatan peristiwa-peristiwa penting, diantaranya:


Peristiwa

Kelahiran

Meninggal

Hari besar dan peringatan

1/26/2008

Main MP Makin Asyik nih, bisa langsung update Blogspot

Lama gak update MP karena komp kantor gak bisa buka. Ternyata perkembangan MP udah hebat sekale... Kemarin aku nyoba fasilitas import blog dari Blogspot ke MP. Wah, makin asyik aja. Gak perlu dua kali kerja kalau kita punya MP dan Blogger.

Tadinya aku kirain bisanya cuma sebatas import dari Blogspot ke MP saja. Ternyata setelah utak-atik, sekarang sudah bisa otomatis. Kita update MP langsung ada di Blogger ...